Pernahkan kalian ketika hidup di kota yang sinyal selalu tersedia oleh provider namun sangat ingin jalan-jalan bahkan ketika malam sudah datang?
Pada zaman modern ini banyak hal yang sudah di sediakan namun sebagai mana sifat dasar manusia yang tidak pernah puas maka akan menciptakan ide baru untuk bisa memuaskan dirinya sendiri. Salah satu kepuasan untuk diri adalah dengan menunjukkan diri didalam lingkungan sosial. Banyak waktu dalam menunjukan hal tersebut, malam minggu salah satunya sebagai waktu yang tepat untuk bertemu teman, saudara, pacar bahkan sendirian, karena pada malam minggu adalah malam yang tepat karena esoknya adalah hari santai setelah melakukan kesibukan baik dalam belajar maupun bekerja.
Banyak tempat di indonesia seperti RTH dan cafe di isi oleh berbagai orang. Diantara banyak orang tersebut melakukan kegiatan keluar jalan-jalan dengan tidak memiliki tujuan, bahkan ada dengan alasan yang sepele. Memang benar kebiasaan jalan-jalan atau hangout sudah biasa dikalangan pemuda di masa ini sehingga hanya untuk keluar rumah tidaklah perlu alasan yang jelas dalam melakukanya.
Keinginan jalan-jalan yang bahkan kamu sendiri tidak mengetahui tujuan dari perjalanan tersebut sama halnya dengan ungkapan benjamin seorang tokoh filsuf asal german yakni bunga-bunga di atas aspal. Penyebutan itu populer pada abad ke dua puluhdi wilayah eropa terutama di bar dan kafe di Prancis.
Jalan-jalan menurut kalian bisa merefreshkan pikiran, namun pedulikah kamu jika jalan-jalan itu temasuk dalam ciri kebudayaan urban, modernitas dan urbanisme.
Semakin banyak orang melakukan flaneur maka dapat disimbolkan sebagai kemajuan modernitas suatu wilayah. Sama halnya ketika kamu berbelanja di shopping ini sama dengan dasar dari bentuk simulasi pengalaman empirik berbelanja dan jalan-jalan kaum urban atau strolling falneur diruang lingkup kota yang dilipat, satukan,dan diminiaturkan ke dalam satu ruang atau bangunan.
Pada paragraf sebelumya telah banyak menyebutkan nama benjamin namun tidak banyak yang mengenalnya maka akan saya kenalkan sedikit tentang beliau. Walter Benjamin adalah salah satu filsuf asal german yang mengembangkan teori kritis. Benjamin sendiri juga termasuk salah satu dari lima tokoh teori kritis mazhab frankurt dengan empat di antaranya yakni Herbert Marcuse, Theodor Adorno, Max Horkheimer, dan Erich Fromm.
Jalan-jalan adalah salah satu konsep flaneur. Meskipun konsep ini dilahirkan oleh Charles Baudelaire, akan tetapi Walter Benjmin-lah yang membawa konsep ini ke dalam pembahasan akademik sehingga dapat dikenal luas. Konsep flaneur sendiri penting dipelajari sebagai fenomena modernitas. Karenanya urbanitas sejatinya adalah modernitas. . Modernitas lahir di kota.
Mungkin banyak dari apa yang saya sampaikan kurang tapi jika kamu berkenan untuk berdiskusi silahkan gunakan kolom komentar atau hubungi email saya. Gunakan media sosial dengan bijak. terimakasih
Daftar pustaka =
Que, Stella Rose., Latupapua, Falantino Eryk. 2015. Sastra Dan Solidaritas Bangsa. Ambon: Hiski Ambon