Mungkin suatu hari kita akan menemukan bahwa logika yang sama bekerja dalam pemikiran mistis dan pemikiran ilmiah. Bahwa manusia selalu berfikir sangat baik {Claude Levi-strauss}
Jadilah diri sendiri; Diri orang lain sudah ada yang memiliki.
— Oscar Wilde.
Inilah pos pertama di blog baru saya. Saya baru saja memulai blog baru ini, jadi ikuti terus untuk melihat konten lainnya. Berlangganan di bawah untuk mendapatkan pemberitahuan ketika saya mengeposkan pembaruan terbaru.
Pada Pembahasan ini salah satu tokoh filsuf Immanuel Kant.
Pengantar
Mempertanyakan condition of possibility dari pengetahuan itu sendiri (apa makna dan isi pengetahuan, bagaimana dasar dari kebenaran pengetahuan)
Bagi Kant, manusia tidak akan pernah memperoleh pengetahuan yang hakiki mengenai sesuatupun. Yang ada adalah penafsiran kita terhadap sesuatu.
Kant tidak mau terjebak pada suatu konsep kebenaran yang belum dikritisi karena hal itu akan menjadi pengetahuan yang sifatnya dogmatis.
Jalan yang dipakai oleh rasio murni tanpa kritik lebih dahulu atas kemampuan-kemampuannya sendiri
Oleh karena itu, Kant menekankan keharusan untuk menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio sehingga dapat dianggap sebagai suatu kebenaran
Hal yang penting dari pengetahuan adalah bagaimana melakukan pengujian, dengan jalan apa dan atas dasar apa rasio mengartikan sebuah realitas
Rasio kita sendirilah yang menjadi alat untuk menyelidiki perkara-perkara metafisik
Pengujian fakta empiris harus bebas dari dogmatis atau prasangka
Pengujian dilakukan dengan melakukan dialektika atau mengambil titik tengah antara empirisme (berdasarkan pengalaman) dan rasionalisme (berdasarkan pemikiran)
Proses pengujian
Akal pikiran mengatur kesan-kesan yang datang kepada manusia dari dunia empiris atau pengalaman indrawi dalam bentuk kategori-kategori seperti ruang, waktu, sebab akibat,dll
Kemudian akal pikiran melakukan sistematisasi pengalaman ke dalam kategori-kategori yang ada, dan dirumuskan menjadi sebuah simpulan
Manusia tidak tahu sama sekali bagaimana sesungguhnya wujud dunia objektif di luar pikiran kita
Manusia hanya mengetahui alam atau realitas, hanya realitas yang telah di olah akal pikiran sesuai dengan kategori-kategori yang ada
Proses Pengenalan
Pengenalan pada taraf indra yang menangkap kesan-kesan berdasarkan pengamatan indrawi dari objek yang tampak
Pengenalan dalam taraf akal. Tugas dari akal adalah mengatur data-data indrawi. Akal mulai melakukan pengenalan terhadap benda/materi dan dihubungkan dalam bentuk kategori-kategori yang ada dalam akal
Pengenalan dalam taraf rasio. Tugas rasio adalah menarik simpulan dari kategori-kategori yang dibuat akal
Misal: pengetahuan tentang sebuah rumah
Apa yang anda bisa katakan tentang konsep rumah?
Jika anda melihat suatu benda yang berbentuk kotak, ada pintu, jendela, dapatkah disebut sebagai rumah?
Apakah disebut rumah atau tidak tergantung bagaimana akal dan rasio anda berpikir
Tujuan dari filsafat Kant adalah menyusun filsafat transenden yaitu suatu prinsip dasar pengetahuan yang berlaku secara mutlak dan umum
Prinsip dasar itu tidak berasal dari pengalaman sebab pengalaman tidak pernah menghasilkan pengetahuan yang mutlak tetapi harus melekat pada akal budi
Artinya semua pengetahuan ditentukan rasio, tidak seluruh pengetahuan berasal dari pengalaman karena gambaran-gambaran yang kita miliki dibuat oleh akal pikiran dari bahan-bahan yang tidak teratur yang disajikan oleh indra
Kant ingin melihat sejauh mana akal pikiran mengenal kenyataan
Misal: 1 + 2 = 3, tahukah anda satu itu seperti apa?
Oleh karena itu ada pernyataan-pernyataan yang sulit dibuktikan secara ilmiah “Imperatif Kategoris”, sebagai suara batin atau moral yang dimiliki semua orang, sehingga tidak bisa dibuktikan
Perlu upaya pencerahan melalui semboyan Sapare Aude sebagai semboyan kedewasaan manusia dalam arti mampu berpikir menggunakan akal budi tanpa dipengaruhi pihak luar artinya hal itu dapat dikatakan menuju kekritisan
Harapannya orang tidak akan menganggap alam atau realitas yang ada saat ini bukan merupakan God Given tetapi merupakan suatu bentuk konstruksi sosial
Ketika mereka menggunakan akal budi maka mereka akan bebas dari kungkungan itu dan terwujudlah masyarakat rasional yang egaliter
Inilah sifat kritis dari Imanuel Kant
Rasio dapat menjadi kritis terhadap kemampuannya sendiri dan dapat menjadi pengadilan setinggi-tingginya terhadap hasil refleksinya sendiri yaitu ilmu pengetahuan dan metafisika
Kritik dalam pengertian Kantian berarti kegiatan menguji sahih tidaknya klaim-klaim pengetahuan tanpa prasangka dan kegiatan ini dilakukan oleh rasio belaka
Filsafat Kant mengenai pengetahuan memberikan penafsiran baru bagi Frankfurt School dengan memasukkan sejarah sebagai pembentuk realitas
Apabila kita menafsirkan situasi saat ini berdasarkan pengamatan maka kita tidak akan menemukan sebuah struktur realitas yang sebenarnya karena realitas yang terjadi merupakan hasil dari peristiwa masa lalu
Untuk itu sejarah juga menjadi kajian agar di dapat pengetahuan, dengan sejarah kita akan melihat terbentuknya realitas dan realitas terjadi karena kekuasaan pihak kuat terhadap pihak yang lemah ataupun berjalan secara alami
Kebenaran dan sejarah tidak ditentukan oleh kekuatan alam dan mistis tetapi ditentukan oleh manusia itu sendiri sebagai subjek perubahan
KRITIK:
Kegiatan menguji sahih tidaknya klaim pengetahuan tanpa prasangka dan kegiatan ini dilakukan oleh rasio
Masa remaja merupakan periode perkembangan selama individu mengalami perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Karakteristik pada remaja yaitu adanya perkembangan fisik, perkembangan psikososial, perkembangan kognitif, perkembangan moral, perkembangan spiritual (Nisfianor, 2006). Teori perkembangan psikososial menganggap bahwa krisis perkembangan pada masa remaja menghasilkan terbentuknya identitas (Wong, 2006). Keadaan krisis psikososial yang dialami remaja salah satunya ditandai dengan perilaku merokok yang di pelajari dari lingkungan dan sebagai suatu simbol maskulin (Fagan, 2006).
Picture of worried perplexed young brunette female wearing casual t-shirt holding cigarette she found in her husband’s bag, looking at it with disappointment. People, bad habits and addiction concept
Metode perubahan perilaku dapat di aplikasikan dalam pelatihan manajemen diri. Manajemen diri adalah suatu strategi dalam merubah perilaku melalui proses konseling sehingga dapat menghasilkan suatu kontrol pada individu yang berasal dari dalam diri. Serta manajemen diri merupakan teori perubahan perilaku yang menggabungkan antara teori behavioristik dengan teori kognitif dengan strategi menggunakan konseling atau mengarahkan perubahan perilaku remaja melalui suatu teknik terapeutik (Marwi, 2012). Langkah dalam pelatihan manajemen diri diawali cara mengamati diri, sendiri, menentukan masalah diri, hingga melakukan tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah (Setiawan, Sedanayasa & Suranata, 2013).
Pelatihan dapat diberikan dengan melakukan pendekatan psikologis pada diri sendiri salah satunya adalah choiche theory yang dikemukakan oleh William Glasser (Mariyanti. 2014). Wubbolding (2000) menyatakan bahwa choice theory sangat membantu individu dalam menentukan suatu metode rekoveri yang menyehatkan dengan mengeksplorasi WDEP (W=Want, D=Direction and Doing, E=Evaluation, P=Plan), bagaimana individu tersebut mampu memenuhi lima kebutuhan dasar mereka melalui pertanyaan apa yang
mereka lakukan, inginkan, evaluasi diri, dan rencanakan sebagaimana individu memilih perilaku yang efektif.
Teknik pertama yakni Want merupakan suatu tahapan dimana Konselor melakukan eksplorasi terhadap harapan, kebutuhan presepsi terhadap Konselir. Pada tahap ini dapat ditanyakan dengan keinginan apa yang diingnkan konselir di masa mendatang dan mencatat setiap keinginan konselir. Melalui pertanyaan yang diajukan konselor, seorang konselir diharapkan dapat memahami apakah harapan mereka sejalan dengan kebutuhan mereka saat ini. Pada tahap ini konselor bersikap hangat dan menerima sehingga memungkinkan konselir untuk menjabarkan setiap hal yang ia inginkan baik dalam keluarga, pertemanan atau pun di dalam masayarakat. Pada penjelasan berikut akan menggunakan istilah konselor sebagai guru atau pembimbing dan konselir sebagai siswa.
Teknik kedua yakni direction and doing yang menekankan pada perilaku saat ini dan bukan pada masa lalu., meskipun suatu masalah bisa berakar dari pengalaman masa lalu, namun konselir perlu belaja bagaimana cara berdamai dengan masa lalunya dan menunjukkan perilaku yang lebih baik untuk mencapai keinginannya. Kondisi masa lalu konselir boleh saja didiskusikan apabila memang dibutuhkan. Pada sesi ini, konselor mendiskusikan dengan konselir mengenai apa saja tujuan hidup mereka, apa yang akan mereka lakukan, dan kemana hidup mereka akan berjalan dengan perilaku yang mereka tunjukkan saat ini. Seorang Konselor dapat bertanya, “Apa yang anda lihat pada diri anda saat ini? Bagaimana masa depan anda?”.
Teknik ketiga yakni evaluation adalah inti dari tahap WEDP ini karena bertujuan untuk membantu konselir mengevaluasi perilakunya. Dengan menjawab pertanyaan dari “Apakah perilaku anda saat ini cukup rasional untuk membawa anda ke keinginan anda?”, “Apakah perilaku anda dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan anda?”.Konselor pada tahapan ini dapat mengkonfrontasi konselir mengenai konsekuensi dari perilakunya.
Teknik ke empat , planning and comitment adalah ketika konselir sudah dapat menentukan apa yang mereka inginkan dan siap untuk mengeksplorasi bentuk-entuk perilaku yaang dapat membawa mereka ke tujuan yang mereka inginkan, maka sudah waktunya melakukan aksi. Namun dalam membuat perencanaan perilaku perlu beberapa hal yang harus diperhaatikan yakni:
Pembuatan rencana perilaku harus memperhatikan kapasitas motivasi dan kemampuan dari setiap konselir. Seorang konselor yang terlatih dapat membantu konselir untuk membuat perencanaan yang memuaskan kehidupannya. Konselor misalnya dapat bertanya kepada konselir, “rencana seperti apa yang harus anda buat agar anda lebih puas dengan hidup anda?”
Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang sederhana dan mudah dimengerti. Perencanaan perilaku harus bersifat spesifik, konkrit, dapat diukur, dan harus fleksibel atau dapat diubah-ubah ketika konselir sudah memahami perilaku apa yang sebenarnya ingin diubah.
Perencanaan yang dibuat haruslah berdasarkan pada persetujuan konselir.
Konselor harus mendorong konselir untuk membuat perencanaannya sendiri
Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang bersifat repetitif dan dilakukan setiap hari
Perencanaan harus dilakukan sesegera mungkin.
Perencanaan yang baik meliputi aktivitas yang bersifat process centered, misalnya : konselir dapat memiliki rencana untuk melamar pekerjaan, menulis surat untuk teman, masuk klub yoga, makan makanan bergizi, dan berlibur.
Sebelum konselir melakukan perencanaan, ada baiknya jika konselir diminta untuk mengevaluasi perencanaan yang dibuat, apakah perencanaan tersebut sudah realistis.
Untuk memastikan bahwa konselir akan melaksanakan rencana yang sudah dibuat, maka konselir harus membuat pernyataan secara tertulis.
Cigarette addiction. Tobacco nicotine smoke. Unhealthy, danger, bad, narcotic habit. White filter. Health risk, cancer illness. Quit, stop toxic drug. Lifestyle concept. Pack in hand
Berdasarkan tahapan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa garis besarnya adalah WDEP (wants, direction and doing, evaluation, dan planning and comintment). Saat memasuki tahap planning and comitment, seorang konselor juga harus memperhatikan 9 hal tersebut agar konselir dapat membuat suatu perencanaan yang realistis, spesifik, mudah dimengerti, dan dapat segera dilaksanakan. Untuk memperoleh implikasi yang baik maka pertu adanya untuk tetap menjaga quality word yang sudah terbentuk dengan tidak mendukung objek rokok, sehingga siswa dapat melaksanakan hasil penyususnan WDEP yang lebih efektif lagi. Pihak sekolah dan guru, dapat menggunakan intervensi psikologis dengan pendekatan choice theory dalam memberikan treatment kepada siswa yang memiliki masalah permasalahan tertentu khususnya perilaku merokok.
DAFTAR PUSTAKA
Corey, Gerald. (2009). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi (terjemahan). Bandung : PT Refika Aditama terjemahan dari buku Corey, Gerald. (1996). Theory and Practice of Counseling and Psychoterapy 5th edition. USA : International Thomson Publishing Inc
Mariyanti, Lely ika. (2014). Pelatihan Manajemen Diri dengan Pendekataan Chice Theori untuk Menurunkan Kcenderungan Merokok Pada Remaj. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan,2(1)
Nisfiannor. (2006). Identity Achievement dengan Intiminacy pada Remaja SMA. Jurnal Provitae.
Marwi IT, Sutijono. (2012) Penggunaan strategi pengelolaan diri (self- management) untuk mengurangi tingkat kemalasan belajar pada siswa kelas VIII E MTS Al-rosyid dander bojonegoro. Jurnal Psikologi Pendidikan dan bimbingan; [internet]. 2012. [diambil tanggal 03 Januari 2016] dari: http://www.scribd.com/doc/189876824.
Puspitasari, Helda., Wuryaningsih, Emi.,& Rifai, Ahmad. (2017). Pengaruh Pelatihan Menajemen Diri terhadap Perilaku Merokok pada Remaja di SMK Negeri 2 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Jurnal Pustaka Kesehatan,5(1)
Potter PA, Perry AG.(2005). Buku ajar fundamental keperawatan: konsep, proses, dan praktik.(4). Jakarta: EGC.
Setiawan, Sedanayasa, Suranata. (2013) Penerapan konseling behavioral dengan strategi self management untuk meningkatkan kemandirian dalam mengambil keputusan siswa X5 SMA Negeri 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2012/2013. E-Journal Undiksha. [diambil tanggal 6 april 2015] dari: http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJBK/article/view/766
Wubbolding, R. (2000). Using Reality Therapy. New York : Harper & Row
Wong DL.(2006) Buku ajar keperawatan pediatric(6). Jakarta: EGC.
Pernahkan kalian ketika hidup di kota yang sinyal selalu tersedia oleh provider namun sangat ingin jalan-jalan bahkan ketika malam sudah datang?
Pada zaman modern ini banyak hal yang sudah di sediakan namun sebagai mana sifat dasar manusia yang tidak pernah puas maka akan menciptakan ide baru untuk bisa memuaskan dirinya sendiri. Salah satu kepuasan untuk diri adalah dengan menunjukkan diri didalam lingkungan sosial. Banyak waktu dalam menunjukan hal tersebut, malam minggu salah satunya sebagai waktu yang tepat untuk bertemu teman, saudara, pacar bahkan sendirian, karena pada malam minggu adalah malam yang tepat karena esoknya adalah hari santai setelah melakukan kesibukan baik dalam belajar maupun bekerja.
Banyak tempat di indonesia seperti RTH dan cafe di isi oleh berbagai orang. Diantara banyak orang tersebut melakukan kegiatan keluar jalan-jalan dengan tidak memiliki tujuan, bahkan ada dengan alasan yang sepele. Memang benar kebiasaan jalan-jalan atau hangout sudah biasa dikalangan pemuda di masa ini sehingga hanya untuk keluar rumah tidaklah perlu alasan yang jelas dalam melakukanya.
Keinginan jalan-jalan yang bahkan kamu sendiri tidak mengetahui tujuan dari perjalanan tersebut sama halnya dengan ungkapan benjamin seorang tokoh filsuf asal german yakni bunga-bunga di atas aspal. Penyebutan itu populer pada abad ke dua puluhdi wilayah eropa terutama di bar dan kafe di Prancis.
Jalan-jalan menurut kalian bisa merefreshkan pikiran, namun pedulikah kamu jika jalan-jalan itu temasuk dalam ciri kebudayaan urban, modernitas dan urbanisme.
Semakin banyak orang melakukan flaneur maka dapat disimbolkan sebagai kemajuan modernitas suatu wilayah. Sama halnya ketika kamu berbelanja di shopping ini sama dengan dasar dari bentuk simulasi pengalaman empirik berbelanja dan jalan-jalan kaum urban atau strolling falneur diruang lingkup kota yang dilipat, satukan,dan diminiaturkan ke dalam satu ruang atau bangunan.
Pada paragraf sebelumya telah banyak menyebutkan nama benjamin namun tidak banyak yang mengenalnya maka akan saya kenalkan sedikit tentang beliau. Walter Benjamin adalah salah satu filsuf asal german yang mengembangkan teori kritis. Benjamin sendiri juga termasuk salah satu dari lima tokoh teori kritis mazhab frankurt dengan empat di antaranya yakni Herbert Marcuse, Theodor Adorno, Max Horkheimer, dan Erich Fromm.
Jalan-jalan adalah salah satu konsep flaneur. Meskipun konsep ini dilahirkan oleh Charles Baudelaire, akan tetapi Walter Benjmin-lah yang membawa konsep ini ke dalam pembahasan akademik sehingga dapat dikenal luas. Konsep flaneur sendiri penting dipelajari sebagai fenomena modernitas. Karenanya urbanitas sejatinya adalah modernitas. . Modernitas lahir di kota.
Mungkin banyak dari apa yang saya sampaikan kurang tapi jika kamu berkenan untuk berdiskusi silahkan gunakan kolom komentar atau hubungi email saya. Gunakan media sosial dengan bijak. terimakasih
Daftar pustaka =
Que, Stella Rose., Latupapua, Falantino Eryk. 2015. Sastra Dan Solidaritas Bangsa. Ambon: Hiski Ambon
Saya adalah salah satu mahasiswa UNS, Istikana maulida muflihah K8419047. Pada zaman ini perkembangan disemua bidang telah maju maka perlunya pemikiran maju yang lebih efisien dalam menghadapi perkembangan tersebut.. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi di dunia kerja tentu tidak berbanding lurus ketika dosen mengajarkannya di dalam kelas (https://uns.ac.id/id/uns-students/magang-di-adhi-karya-mahasiswa-fh-uns-sadar-pentingnya-belajar-ketimbang-rebahan.html). Kendala tersebut patut menjadi motivasi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dalam dunia kerja mereka nantinya.
Mahasiswa adalah salah satu sumberdaya manusia yang disiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin berkembang ke arak efektifitas yang tinggi. Sebagaimana dunia kerja yang menuntut berbagai macam keunggulan dalam pemanfaatan human capital dengan berbagai latar belakang yang akan dipilah-pilah. Menyiap seleksi menghadapi dunia kerja tersebu tdaklah mudah maka diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan waktu lung dengan sebaik-baiknya. Salah satu pemanafaatan waktu yang tepat adalah pada saat liburan semester dan dapat juga ketika kegiatan magang sepertihalnya yang dilakukn oleh salah satu mahasiswa UNS dari Fakultas Hukum, Muhammad Ihza Ukasyah(uns.ac.id/id/uns-students/magang-di-adhi-karya-mahasiswa-fh-uns-sadar-pentingnya-belajar-ketimbang-rebahan.html), diman a waktu luang yang dapat dikatakan tidak sebentar tersebut dapat digunakan dalam menggali pengalaman dan mengasah shoft skil pada diri mereka. Pengalaman yang didapat dalam liburan semester agar bisa banyak dan bermnfaat maka seorang mahasisiwa seharusnya mencari kegiatan yang lebih mengarah ke pendekatan sosial dan segala kegiatan yang memiliki relevansi dengan perkuliahannya dengan begitu pengetahuan mereka mengenai peliknya kehidupan umum dapat menjadi modal dalam mengembangkan pengetahuan mereka yang di dapat dari dosen di ruang kelas.
Pengasahan shoft skil juga sama pentingnya dengan pemnfaatan waktu. Shoft skil dapat tumbuh ketikan seseorang berada pada salah satu sistem birokrasi yang aktif. Menghadapi masalah apapun mahasiswa tetap harus berfikir positif dan yakin dapat mengerjakan pekerjaan tersebut dengan begitu akal akan terus berkembang dalam menyelesaikan masalah dan meski kesulitan pun mahasiswa tetap harus akif bertanya. Mengajukan pertanyaan oleh seorang mahasiswa dapat dianggap menunjukan bahwa ia memiliki inisiatif keingimtahuan yang tinggi.
Pemberian tugas yang diberikan pun juga tidak boleh ditunda-tunda. Tujuannya adalah agar waktu yang tesedia tidak terbuang sia-sia dan dapa langsung melanjutkan pekerjaan selanjutnya. Pembentukan karakter tangkas juga termasuk dalam tujuan dari padanya. Meskipun belum terbiasa melakukan pekerjaan dengan tangkas bukan berarti ia tudak dapat tangkas karena masa perkuliahan dapat di gnakan sebagai latihan dalam pembentukan sikap tangkas pada diri.nya
Kegiatan yang tiap harinya selalu silih beganti bisa menjadi objek belajar hal baru. Pengevaluasian yang dilakukan atas kegiatan maupun pekerjaan yang terjadi bisa meningkatkan kemampuan untuk menciptakan inovasi berdasarkan pengetahuan yang telah didapat dahulu. Mempelari hal baru dan mengeampingkan sikap puas terhada ilmu yang dimiliki menjadikan terhindarnya pribadi yang stagnan.
Kesan awal dalam suatu pertemuan seringkali menjadi acuan yang penting untuk sikap yang akan diperoleh kedepanya. Maka dari pada hal tersebut seorang mahasiswa harus memiliki sikap fleksibelitas yang tinggi akan interaksi dengan orang baru maupun di lingkungan yang baru.
Pada zaman ini perkembangan disemua bidang telah maju maka perlunya pemikiran maju yang lebih efisien dalam menghadapi perkembangan tersebut.. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi di dunia kerja tentu tidak berbanding lurus ketika dosen mengajarkannya di dalam kelas (https://uns.ac.id/id/uns-students/magang-di-adhi-karya-mahasiswa-fh-uns-sadar-pentingnya-belajar-ketimbang-rebahan.html). Kendala tersebut patut menjadi motivasi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dalam dunia kerja mereka nantinya.
Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan yang akan dipaparkan adalah bagaimana seorang mahasiswa dapat memanfaatkan waktu luang mereka menjadi suatu sumberdaya yang berharga untuk masa depan mereka terutama dalam mempersipkan dunia kerja yang menuntut sikap profesionalitas dan apat memberikan kontribusi sebanyak-banyaknya.
Pembahasan
Mahasiswa adalah salah satu sumberdaya manusia yang disiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin berkembang ke arak efektifitas yang tinggi. Sebagaimana dunia kerja yang menuntut berbagai macam keunggulan dalam pemanfaatan human capital dengan berbagai latar belakang yang akan dipilah-pilah. Menyiap seleksi menghadapi dunia kerja tersebu tdaklah mudah maka diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan waktu lung dengan sebaik-baiknya. Salah satu pemanafaatan waktu yang tepat adalah pada saat liburan semester dan dapat juga ketika kegiatan magang sepertihalnya yang dilakukn oleh salah satu mahasiswa UNS dari Fakultas Hukum, Muhammad Ihza Ukasyah(uns.ac.id/id/uns-students/magang-di-adhi-karya-mahasiswa-fh-uns-sadar-pentingnya-belajar-ketimbang-rebahan.html), diman a waktu luang yang dapat dikatakan tidak sebentar tersebut dapat digunakan dalam menggali pengalaman dan mengasah shoft skil pada diri mereka. Pengalaman yang didapat dalam liburan semester agar bisa banyak dan bermnfaat maka seorang mahasisiwa seharusnya mencari kegiatan yang lebih mengarah ke pendekatan sosial dan segala kegiatan yang memiliki relevansi dengan perkuliahannya dengan begitu pengetahuan mereka mengenai peliknya kehidupan umum dapat menjadi modal dalam mengembangkan pengetahuan mereka yang di dapat dari dosen di ruang kelas.
Pengasahan shoft skil juga sama pentingnya dengan pemnfaatan waktu. Shoft skil dapat tumbuh ketikan seseorang berada pada salah satu sistem birokrasi yang aktif. Menghadapi masalah apapun mahasiswa tetap harus berfikir positif dan yakin dapat mengerjakan pekerjaan tersebut dengan begitu akal akan terus berkembang dalam menyelesaikan masalah dan meski kesulitan pun mahasiswa tetap harus akif bertanya. Mengajukan pertanyaan oleh seorang mahasiswa dapat dianggap menunjukan bahwa ia memiliki inisiatif keingimtahuan yang tinggi.
Pemberian tugas yang diberikan pun juga tidak boleh ditunda-tunda. Tujuannya adalah agar waktu yang tesedia tidak terbuang sia-sia dan dapa langsung melanjutkan pekerjaan selanjutnya. Pembentukan karakter tangkas juga termasuk dalam tujuan dari padanya. Meskipun belum terbiasa melakukan pekerjaan dengan tangkas bukan berarti ia tudak dapat tangkas karena masa perkuliahan dapat di gnakan sebagai latihan dalam pembentukan sikap tangkas pada diri.nya
Kegiatan yang tiap harinya selalu silih beganti bisa menjadi objek belajar hal baru. Pengevaluasian yang dilakukan atas kegiatan maupun pekerjaan yang terjadi bisa meningkatkan kemampuan untuk menciptakan inovasi berdasarkan pengetahuan yang telah didapat dahulu. Mempelari hal baru dan mengeampingkan sikap puas terhada ilmu yang dimiliki menjadikan terhindarnya pribadi yang stagnan.
Kesan awal dalam suatu pertemuan seringkali menjadi acuan yang penting untuk sikap yang akan diperoleh kedepanya. Maka dari pada hal tersebut seorang mahasiswa harus memiliki sikap fleksibelitas yang tinggi akan interaksi dengan orang baru maupun di lingkungan yang baru.
Kesimpulan
Seorang mahasiswa haruslah pintar dalam mengatur waktu sehingga akan sedikit waktu yang terbuang sia-sia. Pemanfaatan waktu yang paling utama adalah bagaimana ia mndapatkan pengalaman dengan pengasahan shof skil yang tepat untuk mempersiapkan dirinya saat terjun di dunia kerja yang sesunggunya.
Pada zaman ini perkembangan disemua bidang telah maju maka perlunya pemikiran maju yang lebih efisien dalam menghadapi perkembangan tersebut.. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi di dunia kerja tentu tidak berbanding lurus ketika dosen mengajarkannya di dalam kelas (https://uns.ac.id/id/uns-students/magang-di-adhi-karya-mahasiswa-fh-uns-sadar-pentingnya-belajar-ketimbang-rebahan.html). Kendala tersebut patut menjadi motivasi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dalam dunia kerja mereka nantinya.
Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan yang akan dipaparkan adalah bagaimana seorang mahasiswa dapat memanfaatkan waktu luang mereka menjadi suatu sumberdaya yang berharga untuk masa depan mereka terutama dalam mempersipkan dunia kerja yang menuntut sikap profesionalitas dan apat memberikan kontribusi sebanyak-banyaknya.
Pembahasan
Mahasiswa adalah salah satu sumberdaya manusia yang disiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin berkembang ke arak efektifitas yang tinggi. Sebagaimana dunia kerja yang menuntut berbagai macam keunggulan dalam pemanfaatan human capital dengan berbagai latar belakang yang akan dipilah-pilah. Menyiap seleksi menghadapi dunia kerja tersebu tdaklah mudah maka diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan waktu lung dengan sebaik-baiknya. Salah satu pemanafaatan waktu yang tepat adalah pada saat liburan semester, diman a waktu luang yang dapat dikatakan tidak sebentar tersebut dapat digunakan dalam menggali pengalaman dan mengasah shoft skil pada diri mereka. Pengalaman yang didapat dalam liburan semester agar bisa banyak dan bermnfaat maka seorang mahasisiwa seharusnya mencari kegiatan yang lebih mengarah ke pendekatan sosial dan segala kegiatan yang memiliki relevansi dengan perkuliahannya dengan begitu pengetahuan mereka mengenai peliknya kehidupan umum dapat menjadi modal dalam mengembangkan pengetahuan mereka yang di dapat dari dosen di ruang kelas.
Pengasahan shoft skil juga sama pentingnya dengan pemnfaatan waktu. Shoft skil dapat tumbuh ketikan seseorang berada pada salah satu sistem birokrasi yang aktif. Menghadapi masalah apapun mahasiswa tetap harus berfikir positif dan yakin dapat mengerjakan pekerjaan tersebut dengan begitu akal akan terus berkembang dalam menyelesaikan masalah dan meski kesulitan pun mahasiswa tetap harus akif bertanya. Mengajukan pertanyaan oleh seorang mahasiswa dapat dianggap menunjukan bahwa ia memiliki inisiatif keingimtahuan yang tinggi.
Pemberian tugas yang diberikan pun juga tidak boleh ditunda-tunda. Tujuannya adalah agar waktu yang tesedia tidak terbuang sia-sia dan dapa langsung melanjutkan pekerjaan selanjutnya. Pembentukan karakter tangkas juga termasuk dalam tujuan dari padanya. Meskipun belum terbiasa melakukan pekerjaan dengan tangkas bukan berarti ia tudak dapat tangkas karena masa perkuliahan dapat di gnakan sebagai latihan dalam pembentukan sikap tangkas pada diri.nya
Kegiatan yang tiap harinya selalu silih beganti bisa menjadi objek belajar hal baru. Pengevaluasian yang dilakukan atas kegiatan maupun pekerjaan yang terjadi bisa meningkatkan kemampuan untuk menciptakan inovasi berdasarkan pengetahuan yang telah didapat dahulu. Mempelari hal baru dan mengeampingkan sikap puas terhada ilmu yang dimiliki menjadikan terhindarnya pribadi yang stagnan.
Kesan awal dalam suatu pertemuan seringkali menjadi acuan yang penting untuk sikap yang akan diperoleh kedepanya. Maka dari pada hal tersebut seorang mahasiswa harus memiliki sikap fleksibelitas yang tinggi akan interaksi dengan orang baru maupun di lingkungan yang baru.
Kesimpulan
Seorang mahasiswa haruslah pintar dalam mengatur waktu sehingga akan sedikit waktu yang terbuang sia-sia. Pemanfaatan waktu yang paling utama adalah bagaimana ia mndapatkan pengalaman dengan pengasahan shof skil yang tepat untuk mempersiapkan dirinya saat terjun di dunia kerja yang sesunggunya.
Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.
Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.
Mengapa harus melakukannya?
Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.
Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.
Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:
Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
Topik apa yang ingin Anda tulis?
Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?
Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.
Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.
Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.